Berguru kepada Alam

Oase1Tak ada guru yang lebih baik dari alam semesta ini. Segala sesuatunya selalu memberi pelajaran yang berharga bagi kita. Karena alam adalah guru yang sejati. Karena dari alamlah kita bisa belajar tentang segalanya.
Kita belajar tentang kerendahan hati dari air yang mengalir. Tak ada zat yang lebih lembut daripada air. Namun, tak ada benda sekeras apa pun yang tak dapat dihancurkannya.
Kita belajar tentang kejujuran dari beningnya embun di pagi hari. Demikian jernih dan terang, tak ada sesuatu yang tersembunyi. Sebab segala sesuatu itu transparan adanya. Kebusukan atau keculasan, akan ketahuan karena hanya bertabir waktu.
Kita belajar tentang cinta dari matahari. Ia setia menyiram bumi dengan sinarnya yang perkasa. Hanya memberi, namun tak harap kembali. Karena begitulah mestinya cinta. Memberi, memberi, dan memberi.
Kita belajar tentang kerukunan dari konvoi semut di dinding. Kemana pun mereka pergi, selalu beriring berurutan, bertegur sapa, bergotong royong, berbagi, dan saling menolong.
Kita belajar tentang keberanian dari angin yang berbisik. Desau angin yang bergulir, menelusup ke setiap sudut, tak ada sesuatu yang tak terlewati. Tak gentar, meski harus menembus kegelapan.
Kita belajar tentang kekuatan dari rumpun ilalang. Lemah jika sendiri, namun akan teguh dan ulet jika bersatu.
Kita belajar tentang kehidupan dari rerumputan. Sekali mati, ia akan hidup kembali. Tak ada racun yang bias membuatnya mati abadi. Sebab Allah telah memberinya kekuatan untuk selalu bersemi.
Kita belajar tentang rezeki dari – sekali lagi – air yang mengalir. Air selalu mengalir, mengisi kekosongan di mana saja. Karena begitulah yang namanya rejeki. Selalu mengalir, mengisi kekosongan di mana saja. Sebab dari Allah-lah rezeki itu datang, dan dari Allah-lah rezeki itu selalu datang. Selalu datang dan tak pernah berhenti, karena Allah Sang Maha Memberi.
Kita selalu berguru kepada alam. Kita selalu belajar dari alam. Karena alam dan kita, satu adanya.

Oase1
Iklan

17 thoughts on “Berguru kepada Alam

  1. walah, komennya kenapa mesti dimoderasi. buka dashbor, pilih menu pengaturan, lalu klik diskusi. beri tanda centang di depan “Sebuah komentar ditahan untuk moderasi “. kalau dimoderasi nanti pak repot kerepotan sendiri, karena mesti meng-aprove setiap komen.

  2. Ya, menjadi manusia pembelajar menghendaki sikap kerendahan hati. Mau belajar kepada siapa saja. Mau belajar dari apa saja. Manusia akan menjadi manusia seutuhnya, jika ia telah melalui proses pembelajaran.

    Salam kenal juga dan salam hangat, mas Che πŸ˜€

  3. Yaks, saya setujuhhhhhhhhhh…alam selalu menjadi guru yang baik. Ia lebih tua dari umur manusia. Dan mestinya alam dan manusia menjadi sahabat yang paling dekat.

    Leluhur kita juga bertahan hidup dengan mendengarkan dan mempelajari pertanda alam. Mengapa kita tidak?

  4. Salam kenal juga, Mbak Mey. Makasih mau mampir. Maaf nich, rumah baru masih berantakan.

  5. Ya, begitulah kira-kira, Mas Edi. Alam memang diciptakan untuk manusia, namun bukan berarti boleh diperlakukan secara semena-mena oleh manusia.

  6. kita adalah bagian dari alam, alam adalah bagian dari kita
    kita berguru pada A L A M yang maha besar
    * apik tenan tulismu kang, bisa jadi bahan permenungan sekaligus bahan refleksi diri *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s